Rudi Hartono

(Kolumnis, Geograf, Korbid HUMAS SMAIA 24 Boarding Cigombong)

 

Seiring berkembangnya zaman, ragam penyusun muka bumi ini kian hari semakin banyak perubahan. Pembangunan yang semakin masif berdampak munculnya ketidakseimbangan keadaan lingkungan. Pencemaran lingkungan satu diantara bentuk adanya ketidakseimbangan keadaan lingkungan yang membuat tidak nyaman untuk di tempati.

Ketika lingkungan masih asri tentunya tidak hanya membuat kita nyaman ketika berada di bagiannya, tetapi berdampak baik terhadap kesehatan dan kelestarian ragam komponen penyusunnya.

Kita wajib memahami arti penting lingkungan hidup. Dalam hal ini lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan makhluk hidup lainnya, serta saling mempengaruhi. Di dalamnya terdapat dua komponen lingkungan hidup. Ada lingkungan biotik (makhluk hidup), dan komponen abiotik (tak hidup).

Komponen biotik terdiri dari hewan, tumbuhan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik terdiri sinar matahari, bentuk-bentuk muka bumi, keadaan cuaca-iklim, bentangan lahan, potensi air, dan udara.

Masing-masing komponen memiliki peran,  lingkungan hidup berperan sebagai tempat tinggal bagi ragam makhluk hidup, tempat beraktivitas dan berinteraksi, penyangga kehidupan, khususnya memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia.

Sehingga ketika salah satu komponennya mengalami pencemaran atau bahkan punah maka berdampak tidak baik terhadap pola kehidupan.

Sekarang ini di kota-kota besar potensial terjadinya pencemaran lingkungan. Selain pencemaran tanah, air, dan juga pencemaran udara.

Udara yang tercemar dipengaruhi oleh kegiatan pembakaran sampah, pembakaran bahan bakar fosil di kendaraan bermotor, pembakaran bahan bakar fosil di pembangkit listrik, pembakaran limbah, proses industri, dan aktivitas rumah tangga. Berdampak suatu lingkungan menjadi tidak berkualitas.

Sehingga lingkungan hidup perlu dijaga dan ditingkatkan kualitasnya, agar dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bagi setiap individu, pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta.

Ada banyak cara untuk melestarikan lingkungan, diantaranya dengan mengurangi penggunan plastik, mengurangi penggunaan listrik (hemat energi), mendaur-ulang sampah, menanam pohon, dan menghindari penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti penggunaan bahan kimia berbahaya dan produk yang mengandung CFC (Chlorofluorocarbon), melindungi ekosistem laut, mendukung energi terbarukan, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

Upaya untuk melestarikan lingkungan bisa dimulai dari lingkungaan sekolah. sejalan dengan perannya yang sebagai tempat untuk menimba dan mengenalkan ragam ilmu pengetahuan ke peserta didik, serta digenapkan dengan mengaplikasikan aksi nyata diantaranya dengan pelestarian lingkungan yang dimulai dari lingkungan sekolah.

Terkait hal itu, ada istilah yang disebut dengan konsep Sekolah Net Zero Carbon. Merupakan konsep sekolah yang dirancang untuk mengurangi emisi karbon dan mengimbanginya dengan sumber energi terbarukan.

Ciri-ciri sekolah net zero carbon yaitu memiliki kegiatan yang hemat terhadap penggunaan energi, Emisi karbon yang dihasilkan rendah, memanfaatkan sumber energi terbarukan, memenuhi syarat kesehatan dan kenyamanan, serta mengelola sampah untuk menghasilkan energi kembali.

Wujud dari kegiatan sekolah net zero carbon antara lain menggunakan pendingin ruangan dan lampu hemat energi, memperbanyak ventilasi agar sirkulasi udara lancar, memanfaatkan sinar matahari dengan jendela besar, memanfaatkan panel surya di atap, memanfaatkan sumur resapan untuk mengurangi genangan air, membiasakan siswa membawa kembali sampah dari bekal makan siang, memberikan botol minum atau menyediakan galon air di sekolah, serta menggunakan kemasan ramah lingkungan atau memakai kertas bolak-balik.

Konsep sekolah net zero carbon sangat mendukung dalam kegiatan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan memiliki arti sebagai  proses pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi masa depan. Pembangunan berkelanjutan juga bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu menjamin keutuhan lingkungan hidup, menjamin kesejahteraan hidup, merawat lingkungan sekitar secara berkesinambungan, menjamin keadilan sosial, menjaga keberlanjutan ekonomi dan lingkungan.

Selama ini pembangunan berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan. Muncul adanya dominasi emisi karbon di udara.

Selama ini secara antropogenik emisi karbon bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil, proses produksi pada industri, transportasi, dan deforestasi.

Sedangkan secara alami, emisi karbon berasal dari aktivitas letusan gunung api, dekomposisi alami bahan organik, dan pelepasan karbon dari laut ke atmosfer.

Dampak dari emisi karbon antara lain terjadinya pemanasan global. Dari terjadinya pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan iklim dan rusaknya ekosistem flora dan fauna serta berdampak kepada kesehatan manusia secara global.

Dengan mewujudkan konsep Sekolah Net Zero Carbon dapat mengurangi dan menghilangkan emisi karbon dioksida (CO₂) dalam seluruh operasionalnya, termasuk penggunaan energi, transportasi, dan pengelolaan limbah. Karena konsep Sekolah Net Zero Carbon ini memiliki tujuan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan mengurangi dampak terjadinya perubahan iklim global.

Sekolah zero carbon atau net zero carbon yaitu sekolah yang bangunannya mendukung kegiatan hemat energi dan rendah emisi karbon. Sekolah yang menggunakan energi terbarukan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan energinya.

Syarat-syarat sekolah zero carbon yaitu memiliki strategi umum dengan tujuan yang jelas, memiliki rencana terperinci untuk pengelolaan sekolah, mengurangi konsumsi energi per tahun, memanfaatkan energi terbarukan, memenuhi syarat kesehatan dan kenyamanan.

Realisasi penerapan konsep sekolah net zero karbon dapat berupa penggunaan panel surya, pembuatan sumur resapan untuk mengurangi genangan air, penanaman ruang terbuka hijau, ventilasi udara yang baik, pembiasaan murid membawa kembali sampah dari bekal makan siang, penyediaan air isi ulang untuk kebutuhan air minum para murid hingga guru, pemakaian kemasan yang ramah lingkungan, dan lain sebagainya.

Pada akhirnya, “Bumi yang Sehat, Manusianya Kuat”. Wallahu a’lam bishawab.

 

Aksi nyata aplikasi program P5 di SMA Islam Al Azhar 24 Boarding Cigombong, Perawatan tanaman pepaya california yang sudah di tanam sebelumnya.

 

Pemindahan semaian tanaman kangkung ke media tanam tipe hidroponic di area SMA Islam Al Azhar 24 Boarding Cigombong

Pembukaan lahan baru di kawasan SMA Islam Al Azhar 24 Boarding Cigombong.

 

Penampang perkebunan tomat, kacang panjang, dan jagung di SMA Islam Al Azhar 24 Boarding Cigombong.

 

Penampang budidaya ubi jalar di SMA Islam Al Azhar 24 Boarding Cigombong.

 

 

 

 

Postingan Terkait