
Menjejak Sejarah dan Masa Depan: Kunjungan Edukatif ke Museum Pendidikan UPI dan Kampus UNPAD Jatinangor

Bandung, 12 Februari 2026, saat itu bagi kami Bandung tidak hanya menawarkan kesejukan udaranya, tetapi juga kehangatan ilmu bagi rombongan yang melakukan kunjungan kampus. Sebuah agenda visit yang padat dan inspiratif berhasil dilaksanakan dengan sempurna.
Perjalanan edukatif ini dirancang untuk merajut asa antara masa lalu pendidikan Indonesia dan gerbang masa depannya. Diawali dengan menyusuri lorong waktu di Museum Pendidikan Nasional, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), rombongan kemudian bertolak ke Kampus Universitas Padjadjaran (UNPAD) di Jatinangor untuk mendapatkan informasi terkini mengenai penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 dari sumber resminya.
Menyelami Peradaban Pendidikan di Museum UPI
Kunjungan pagi hari diawali di Museum Pendidikan Nasional UPI, yang terletak di kawasan Isola, Jalan Dr. Setiabudi No. 229, Bandung . Museum ini bukan sekadar bangunan penyimpan benda mati, melainkan sebuah ruang hidup yang menceritakan evolusi cara bangsa ini belajar. Sesuai dengan jadwal operasional museum, rombongan tiba pukul 09.00 WIB dan disambut oleh arsitektur megah kawasan kampus yang tenang.
Memasuki area pameran, pengunjung diajak menyelami narasi kronologis perjalanan pendidikan nasional. Museum yang didedikasikan untuk penyelamatan dan pelestarian peninggalan sejarah pendidikan ini menyajikan koleksinya dalam tata pamer yang tematik . Di lantai pertama, fokus utama adalah pada warisan literasi purba. Rombongan dapat melihat representasi media tulis tradisional seperti Daluang (kertas dari kulit kayu) dan daun lontar, yang menjadi bukti kearifan lokal dalam menjaga ilmu pengetahuan jauh sebelum era modern.
Pameran bergeser ke masa kolonial yang sarat akan muatan politis. Diorama dan koleksi buku pelajaran kuno dari sekolah-sekolah era Belanda memvisualisasikan bagaimana sistem pendidikan masa itu terbentuk . Memasuki lantai dua, suasana berubah menjadi nostalgia.
Koleksi lengkap seragam sekolah dari masa ke masa, dari era kemerdekaan hingga reformasi, dipajang rapi. Diorama ruang kelas dengan bangku-bangku kayu khas Orde Baru berhasil memicu ingatan kolektif pengunjung tentang masa sekolah . Museum ini juga memberikan penghormatan khusus kepada para pilar bangsa dengan menampilkan patung tokoh pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara dan Dewi Sartika, mengingatkan bahwa di balik evolusi kurikulum, ada peran sentral para pendidik .
Menatap Masa Depan di Unpad Jatinangor
Setelah merasa cukup puas menyelami khazanah masa lalu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kampus UNPAD di Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Tujuan utama di sini adalah untuk mendapatkan pencerahan mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Rombongan disambut hangat oleh perwakilan dari Bagian Humas Unpad di sebuah ruangan auditorium kampus yang representatif.
Sesi penjelasan dimulai dengan pemaparan komitmen Unpad terhadap aksesibilitas pendidikan. Materi dilanjutkan dengan sistematika penerimaan mahasiswa baru. Para peserta kunjungan mendapatkan gambaran komprehensif tentang tiga jalur utama masuk perguruan tinggi negeri. Humas Unpad menjelaskan alur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang menggunakan nilai rapor, serta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Sebuah informasi penting dan terkini disampaikan terkait kebijakan baru Unpad untuk tahun 2026. Unpad mengumumkan tidak akan menggunakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai penentu kelulusan di jalur SNBP 2026. Kelulusan akan bergantung sepenuhnya pada nilai rapor serta prestasi akademik siswa selama di bangku sekolah. “Tahun ini mungkin Unpad tidak akan menggunakan TKA, insya Allah kami tidak menggunakan nilai itu. Kami menggunakan nilai rapor sebagai patokan utama,” tegas Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam sebuah kesempatan yang dikutip oleh pemateri . Penekanan diberikan pada pentingnya konsistensi nilai dari semester 1 hingga 5 .

Selain jalur nasional, Humas Unpad juga memaparkan secara rinci tentang Seleksi Mandiri Unpad melalui jalur Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP). Terdapat empat jalur utama dalam SMUP Mandiri, yaitu prestasi akademik, minat dan bakat, kelas internasional (IUP), dan kemitraan strategis. Informasi ini menjadi sangat berharga bagi rombongan untuk mempersiapkan strategi terbaik dalam meraih kursi di Unpad. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif, dengan antusiasme peserta yang tinggi untuk menggali lebih dalam tentang program studi favorit dan peluang beasiswa.
Refleksi Perjalanan
Perjalanan visit yang dimulai dari pagi hingga sore hari ini memberikan pengalaman yang utuh dan berkesan. Museum Pendidikan Nasional UPI berhasil merangkai sejarah pendidikan Indonesia dari akarnya yang paling purba hingga cita-cita masa depan . Pengalaman ini menjadi fondasi yang kuat untuk kemudian melangkah ke Unpad Jatinangor, di mana rombongan tidak hanya mendapatkan informasi teknis, tetapi juga semangat dan motivasi. Komitmen Unpad terhadap biaya pendidikan yang terjangkau serta sistem seleksi yang transparan dan adil menjadi angin segar bagi calon mahasiswa .
Kunjungan pada 12 Februari 2026 ini bukanlah sekadar perjalanan biasa. Ia adalah sebuah ziarah ilmu yang menghubungkan jejak perjuangan pendidikan masa lampau dengan pintu gerbang masa depan di salah satu universitas terbaik Indonesia. Dari lorong museum hingga ruang informasi kampus, semuanya bercerita tentang satu hal: pendidikan adalah nafas yang berkelanjutan, dari aksara di lembaran kulit kayu hingga program studi di gedung kampus modern .
Rudi Hartono (Koordinator Bidang Kurikulum SMAIA 24)
